18 November 2012

Perilaku Budaya Demokrasi dalam Kehidupan Sehari-hari



Perilaku budaya demokrasi harus terus dikembangkan dalam kehidupan demokrasi, baik dalam suprastruktur maupun infrastruktur. Perilaku budaya demokrasi yang dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara akan menghasilkan demokrasi yang berbudaya dan peradaban. Kondisi demikian merupakan iklim yang cukup mendukung terwujudnya masyarakat madani.
Untuk membentuk suatu negara yang demokratis, maka negara tersebut harus melaksanakan prinsip demokrasi yang didukung oleh warga negara. Prinsip demokrasi adalah perilaku yang dilandasi oleh nilai-nilai demokrasi. Nilai-nilai demokrasi tersebut antara lain : adil, terbuka, menghargai, mengakui perbedaan, anti kekerasan, damai, tanggung jawab ,dan kerja sama.
  • Henry B. Mayo merinci beberapa nilai yang terdapat dalam budaya demokrasi ,yaitu sebagai berikut :
  1. Menyelesaikan perselisihan dengan damai secara lembaga.
  2. Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah.
  3. Menyelesaikan pergantian pemimpin secara teratur.
  4. Membatasi pemakaian kekerasan sampai taraf yang minimal.
  5. Mengakui dan mengganggap wajar adanya keanekaragaman.
  6. Menjamin tegaknya keadilan.
  • Penyelenggaraan yang mendukung tetap tegaknya prinsip-prinsip demokrasi, diantaranya melalui hal-hal berikut :
  1. Pemerintahan yang bertanggung jawab.
  2. Lembaga perwakilan rakyat yang menyalurkan aspirasi rakyat dan mengadakan pengawasan.
  3. Pembentukan organisasi atau adanya partai politik.
  4. Pers dan media massa yang bebas untuk menyalurkan pendapat.
  5. Sistem peradilan yang bebas (merdeka) untuk menjamin hak-hak asasi dan mempertahankan keadilan.
  •  Sikap yang harus dikembangkan untuk membudayakan perilaku yang mendukung tegaknya prinsip demokrasi, antara lain :
  1. Terbuka dan transparan untuk memupuk kepercayaan terhadap satu sama lain.
  2. Terbiasa melakukan dialog untuk menyelesaikan masalah, sehingga timbul sikap toleransi.
  3. Menghargai pendapat orang lain.
  4. Toleransi atau belajar menerima keberagaman.
  5. Menghargai kelompok minoritas.
  6. Menutamakan kepentingan umum.
  •  Menurut Rusli Karim ,perilaku dan ciri-ciri seseorang yang mempunyai kepribadian yang demokrasi adalah :
  1. Inisiatif;
  2.  Disposisi;
  3. Toleransi;
  4. Kecintaan terhadap keterbukaan;
  5. Komitmen dan tanggung jawab;
  6. Kerja sama keterhubungan;
Sistem politik demokrasi yang berlaku di Indonesia adalah Sistem Politik Demokrasi Pancasila. Budaya demokrasi Pancasila merupakan paham demokrasi yang berpedoman pada asas kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang berketuhanaan yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berpersatuan Indonesia, dan bersama sama menjiwai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keinginan rakyat dapat tersalurkan baik dalam lembaga suprastruktur politik (lembaga negara), maupun dalam infrastruktur politik (partai politik, organisasi massa, dan media politik lainnya).
  • Peran serta warga negara dalam memantapkan pelaksanaan Demokrasi Pancasila, diantaranya dengan menjunjung tinggi budaya Demokrasi Pancasila yang meliputi semangat :
1.      Kebersamaan
2.      Kekeluargaan
3.      Keterbukaan
4.      Kebebasan yang bertanggung jawab
5.      Keadilan
  •  Perilaku budaya demokrasi yang perlu di kembangkan dalam kehidupan sehari-hari adalah hal-hal berikut :
1.      Menjunjung tinggi persamaan : Menjunjung tinggi persamaan mengandung makna bahwa kita mau berbagi dan terbuka menerima perbadaan pendapat, keritik dan saran dari orang lain.
2.      Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban : Dalam kehidupan bermasyarakat, ada batas-batas yang harus di hormati bersama berupa hak-hak yang dimiliki orang lain sehingga batasan norma yang berlaku dapat dipatuhi.
3.      Membudayakan sikap yang bijak dan adil : Bijak dan adil dalam makna yang sederhana adalah perbuatan yang benar-benar dilakukan dengan perhitungan, mawas diri, mau memahami yang dilakukan orang lain ,proporsional, tidak diskriminatif, terbuka, dan menjaga persatuan dan kesatuan lingkungan masyarakat sekitar.
4.      membijaksanakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan : Dalam musyawarah mufakat terkandung makna bahwa pada setiap kesempatan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan diperlukan kesadaran dan dan kearifan untuk memutuskan.
5.      Mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional : Makna penting dalam memahami sikap mengutamakan persatuan dan kesatuan adalah bagaimana kita mampu berbuat tanpa pamrih untuk kepentingan bangsa dan Negara, betapa pun yang kita lakukan adalah hal-hal kecil dalam status dan profesi yang kita miliki.
  • Sikap positif  terhadap pelaksanaan demokrasi di Indonesia :
  1. Melaksanakan hak pilih (memilih dan dipilih) dalam pemilu dan menjauhkan diri dari sifat golput (golongan putih artinya tidak ikut memilih dalam pemilu).
  2. Menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan.
  3. Menyukseskan pemilu yang luberjurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil).
  4. Menaati hukum.
  5. Setiap keputusan diambil dengan musyawarah mufakat untuk kepentingan bersama.
  6. Saling mendukung setiap usaha pembelaan negara.
  7. Saling menghormati kebebasan memeluk agama dan beribadah sesuai agama dan kepercayaan-Nya itu.
Membiasakan diri melaksanakan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan di lingkungan keluarga ,maupun lingkungan sekolah, di organisasi masyarakat (ormas) dan partai politik (parpol), serta di DPR sebagai lembaga pembuat Undang-Undang.

Sumber: http://tarinwish.wordpress.com

0 komentar:

Poskan Komentar